Pengangkatan orang-orang kudus atau rapture adalah peristiwa terangkatnya

Pada masa akhir-akhir ini, walaupun sudah banyak diajarkan di gereja-gereja, topik pengkatan orang-orang kudus ini tidak gampang diterima oleh beberapa denominasi-denominasi gereja yang lain, mungkin karena kurang banyaknya ayat yang mendukung penafsiran ini. Tetapi mari kita lihat ayat Alkitab berikut ini, yang terdapat dalam surat Paulus yang pertama untuk jemaat-jemaat di Tesalonika:

1 Tesalonika 4:16-17 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

penghulu Malaikat = malaikat tingkat tinggi, mungkin Mikhael atau malaikat yang selevel dengan dia
mereka yang mati dalam Kristus = orang-orang percaya / kudus
kita yang hidup = orang-orang percaya / kudus yang masih hidup

Ayat di atas memberi tahu kita bahwa di masa depan akan ada situasi dimana Tuhan Yesus akan turun dari sorga tetapi menginjakkan kaki-Nya di atas bumi, lalu orang-orang kudus yang telah mati akan dibangkitkan dan kemudian orang-orang percaya yang kudus yang masih hidup pada waktu itu, dalam sekejap mata tubuh mereka akan diubah dan mengenakan tubuh kemuliaan. Kemudian, semua orang-orang kudus akan terangkat atau diangkat oleh Tuhan Yesus.

Miliki Pengharapan Dalam Kristus

Karena di dalam perikop yang sama pada ayat sebelumnya, rasul Paulus mengharapkan orang-orang percaya untuk mempunyai iman dan pengharapan yang teguh dalam Yesus, jangan seperti orang-orang yang tidak percaya yang tidak mempunyai pengharapan dan kebangkitanNya sebagai yang sulung dan kebangkitan orang-orang kudus.

1 Tesalonika 4:13 Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.

kami = Paulus berserta Silwanus dan Timotius yang menulis surat ini
saudara-saudara, kamu = jemaat-jemaat yang di Tesalonika
mereka = orang-orang percaya yang sudah meninggal
orang-orang lain = orang-orang tidak percaya

Pada ayat berikutnya juga kita bisa mengetahui bahwa orang-orang percaya yang masih hidup pada saat kedatangan Tuhan tidak akan mengecap kematian jasmani.

1 Tesalonika 4:15 Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-sekali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.

kami katakan kepadamu = Paulus berserta Silwanus dan Timotius berkata kepada jemaat-jemaat di Tesalonika
tidak akan mendahului = tidak akan terangkat duluan, tapi bersama-sama dengan orang-orang kudus yang dibangkitkan, lihat ayat 16-17

Melakukan Kehendak Bapa dan Berjaga-Jaga

Yang terpenting di sini bagi semua orang-orang percaya yang akan diselamatkan adalah melakukan kehendak Bapa, hidup sesuai dengan Firman Tuhan dengan segala ketaatan dan berjaga-jaga selalu, karena kita tidak tahu kapan kedatangan Tuhan, yang akan datang seperti pencuri di malam hari.